Wanita Indonesia Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Jepang, Siap Debut di Tokyo

- Redaksi

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: No+e

Foto: No+e

JEPANGUPDATES.COM — Jepang yang tengah menghadapi penurunan populasi dan krisis tenaga kerja di berbagai sektor kini mulai membuka peluang bagi tenaga kerja asing, termasuk di industri transportasi.

Melalui program Specified Skilled Worker (SSW), pemerintah Jepang telah memperluas izin kerja bagi pekerja asing di bidang transportasi seperti bus, truk, dan taksi.

Dalam waktu dekat, Jepang akan mencetak sejarah baru. Seorang wanita asal Indonesia dijadwalkan menjadi sopir bus wanita asing pertama di negara tersebut, dengan debut yang diperkirakan berlangsung pada pertengahan Maret.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wanita tersebut, Mahatomi Rismartanti (26), saat ini tengah menyelesaikan tahap akhir pelatihan di perusahaan Tokyu Bus yang berbasis di Tokyo. Dalam proses pelatihannya, ia harus menguasai berbagai prosedur keselamatan ketat yang menjadi standar di Jepang, seperti pengecekan spion secara menyeluruh serta teknik penunjukan dan konfirmasi untuk memastikan keamanan selama berkendara.

Sejak Januari, Mahatomi juga telah menjalani pelatihan langsung di jalan raya dengan didampingi instruktur, menjalankan rute bus layaknya kondisi kerja sebenarnya. Menjelang jadwal debutnya, ia mulai merasakan ketegangan meskipun dikenal sebagai pribadi yang selalu tersenyum.

Mahatomi berasal dari keluarga petani di Jawa Timur. Sejak kecil, ia terbiasa melihat ibunya mengangkut hasil panen menggunakan kendaraan besar, yang kemudian menumbuhkan ketertarikannya terhadap dunia transportasi.

Ia juga merupakan penggemar budaya Jepang sejak kecil, termasuk anime seperti Doraemon, hingga akhirnya memilih jurusan Sastra Jepang saat kuliah dan menulis skripsi tentang film Kimi no Na wa.

Setelah lulus, ia sempat bekerja sebagai karyawan perusahaan dan pengajar bahasa Jepang sebelum akhirnya memutuskan mencoba peluang menjadi sopir bus di Jepang. Ia berhasil lulus ujian keterampilan khusus di bidang transportasi serta tes kemampuan bahasa Jepang, kemudian menjalani pelatihan tambahan sebelum tiba di Jepang pada September tahun lalu.

Baca Juga:  Kids And Love Have 7 Things In Common

Di Jepang, ia memperoleh lisensi mengemudi kendaraan besar dan terus menjalani pelatihan intensif, baik teori maupun praktik, termasuk keselamatan berkendara dan pelayanan penumpang. Ia mengaku tantangan terbesar adalah mempelajari istilah-istilah teknis dalam industri transportasi, namun tetap bertekad memberikan pelayanan terbaik.

“Saya ingin memberikan keamanan dan senyuman kepada penumpang bus,” ujarnya.

Selain Mahatomi, Tokyu Bus juga merekrut dua pria asal Indonesia sebagai bagian dari gelombang pertama tenaga kerja asing di sektor ini. Perusahaan tersebut bahkan menargetkan sekitar 10 persen pengemudinya di masa depan berasal dari tenaga kerja asing untuk mengatasi kekurangan sopir yang semakin parah.

Secara nasional, Jepang telah menetapkan target penerimaan tenaga kerja asing hingga ratusan ribu orang di berbagai sektor hingga tahun 2028, termasuk puluhan ribu di bidang transportasi.

Krisis tenaga kerja yang berkepanjangan bahkan telah menyebabkan sejumlah rute bus dikurangi hingga dihentikan di berbagai daerah.

Masuknya tenaga kerja asing melalui program SSW menjadi langkah strategis pemerintah Jepang untuk menjaga keberlangsungan layanan transportasi publik.

Kehadiran Mahatomi pun bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga membuka jalan bagi lebih banyak pekerja Indonesia untuk berkarier di Jepang di masa depan.

Berita Terkait

Musim Panas 2026: ANA dan JAL Naikkan Biaya Tambahan Penerbangan Internasional
Jadwal dan Line Up Cirebon Pride Japan 2026 di Nagoya, La Tasya dan Nayla Fardilla Dipastikan Tampil
Jepang Memperketat Aturan Imigrasi dari 74 Negara
Imigrasi Bogor Bekuk 13 Warga Negara Jepang Pelaku Penipuan Daring Internasional
Sutradara Doraemon Tsutomu Shibayama, Meninggal Dunia beberapa hari sebelum Ultah
Kerja Sama Jepang – Indonesia Dalam Pengembangan Mineral Kritis dan Energi Nuklir
Mengintip Persiapan Jepang Menjadi Tuan Rumah Asian Games 2026
Jepang Kalahkan Korea Selatan 4-1 untuk Bertemu Australia di Final Piala Asia Wanita

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 16:40

Musim Panas 2026: ANA dan JAL Naikkan Biaya Tambahan Penerbangan Internasional

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:51

Wanita Indonesia Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Jepang, Siap Debut di Tokyo

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:35

Jadwal dan Line Up Cirebon Pride Japan 2026 di Nagoya, La Tasya dan Nayla Fardilla Dipastikan Tampil

Jumat, 20 Maret 2026 - 10:57

Jepang Memperketat Aturan Imigrasi dari 74 Negara

Jumat, 20 Maret 2026 - 10:55

Imigrasi Bogor Bekuk 13 Warga Negara Jepang Pelaku Penipuan Daring Internasional

Berita Terbaru

SaburaiSport/Instagram

Bola & Sports

Saburai Japan Official Siap Tempur di SABURAI CUP 2026

Senin, 30 Mar 2026 - 20:19