JEPANGUPDATES.COM – Berbicara tentang Jepang, kita pasti langsung kebayang tentang kerapian, teknologi canggih, dan event-event internasional yang spektakuler seperti Asian Games. Nah, sebentar lagi, tepatnya 19 September sampai 4 Oktober 2026, Negeri Sakura bakal jadi tuan rumah Asian Games 2026 yang berpusat di Aichi–Nagoya. Penasaran gimana sih persiapan mereka? Yuk, kita intip!
Menciptakan Penginapan di Kapal Pesiar dan Kontainer
Yang paling bikin heboh dari persiapan Jepang ini adalah konsep akomodasinya. Biasanya, atlet-atlet akan tinggal di athletes village atau perkampungan atlet yang megah. Tapi Jepang punya cara berpikir yang beda. Mereka memutuskan untuk nggak membangun hunian permanen. Sebagai gantinya, mereka menyiapkan “desa terapung” alias floating village!
Kurang lebih 4.600 atlet dan ofisial akan menempati kapal pesiar mewah yang sandarkan di pelabuhan Nagoya. Bayangin aja, selesai bertanding, mereka bisa santai sambil menikmati pemandangan laut. Sementara itu, pihak pengelola akan tempatkan 2.400 orang lainnya di hunian unik yang buat dari kontainer yang sudah modifikasi, yang hanya berjarak sekitar 10 menit bus dari lokasi utama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Panitia mengambil keputusan ini bukan tanpa alasan. Selain buat memangkas biaya, langkah ini juga merupakan wujud komitmen Jepang pada keberlanjutan lingkungan. Mereka menilai membangun infrastruktur baru yang mungkin jarang dipakai setelah event sebagai hal yang kurang efisien. Mereka pun bisa mengalihkan dana untuk meningkatkan sistem transportasi dan digitalisasi selama ajang berlangsung. Keren, kan?
Tantangan Membangun Antusiasme Publik
Meskipun persiapan infrastruktur udah oke, panitia rupanya punya PR besar, yaitu membangun antusiasme publik domestik. Dilansir dari The Japan Times, kesadaran masyarakat Jepang terhadap Asian Games ini masih tergolong rendah, terutama di kalangan anak muda yang belum pernah merasakan event ini di negaranya sejak 1994.
Seorang pejabat panitia bahkan mengaku, mungkin baru setengah populasi yang tahu kalau Asian Games 2026 bakal digelar. Karena itu, berbagai kampanye gencar dilakukan, seperti menggelar festival olahraga mini, pameran interaktif, dan kegiatan hitung mundur. Mereka pengen menciptakan buzz biar masyarakat ikut semangat.
Siap dengan Venue dan Cabang Olahraga Baru
Dari sisi venue, bintang utamanya adalah Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, yang akan jadi lokasi upacara pembukaan, penutupan, dan cabang atletik. Kontraktor menargetkan stadion ini rampung Maret 2026 dan bakal jadi ikon kesiapan Jepang.
Nah, buat menarik minat penonton muda, Jepang juga menyiapkan kejutan. Mereka akan menyertakan cabang mixed martial arts dan e-sport dalam daftar pertandingan. Penyelenggara berharap e-sport yang sukses besar di Asian Games Hangzhou 2023 lalu bisa kembali menjadi daya tarik utama dan membuktikan bahwa Asian Games itu modern dan relevan dengan generasi sekarang. Jepang bahkan sudah mulai memanaskannya dengan mengadakan cultural bootcamp e-sport di Nagoya yang menghadirkan 15 negara.
Respons Positif dari Negara Peserta
Lalu, gimana tanggapan negara lain? Dari sisi persiapan atlet, beberapa negara sudah bergerak. Misalnya, India yang serius banget mempersiapkan atletnya. Mereka bahkan menginstal unit kontainer tiruan di pusat pelatihan mereka di Patiala dan Bengaluru. Tujuannya biar atlet India familiar dan nggak kaget dengan model akomodasi ala kontainer yang bakal mereka tempati di Jepang. Pemerintah Indonesia sendiri memastikan juga akan mengirimkan kontingen terbaiknya untuk berlaga di ajang Asian Games ini.
Jadi, meskipun masih ada tantangan membangun antusiasme, dapat kita katakan persiapan Jepang menuju Asian Games 2026 unik, inovatif, dan pastinya patut ditunggu. Dengan konsep ramah lingkungan dan cabang olahraga yang kekinian, mereka ingin membuktikan kalau event ini nggak cuma megah, tapi juga efisien dan berorientasi masa depan.












