Mengintip Persiapan Jepang Menjadi Tuan Rumah Asian Games 2026

- Redaksi

Kamis, 19 Maret 2026 - 00:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEPANGUPDATES.COM – Berbicara tentang Jepang, kita pasti langsung kebayang tentang kerapian, teknologi canggih, dan event-event internasional yang spektakuler seperti Asian Games. Nah, sebentar lagi, tepatnya 19 September sampai 4 Oktober 2026, Negeri Sakura bakal jadi tuan rumah Asian Games 2026 yang berpusat di Aichi–Nagoya. Penasaran gimana sih persiapan mereka? Yuk, kita intip!

Menciptakan Penginapan di Kapal Pesiar dan Kontainer

Yang paling bikin heboh dari persiapan Jepang ini adalah konsep akomodasinya. Biasanya, atlet-atlet akan tinggal di athletes village atau perkampungan atlet yang megah. Tapi Jepang punya cara berpikir yang beda. Mereka memutuskan untuk nggak membangun hunian permanen. Sebagai gantinya, mereka menyiapkan “desa terapung” alias floating village!

Kurang lebih 4.600 atlet dan ofisial akan menempati kapal pesiar mewah yang sandarkan di pelabuhan Nagoya. Bayangin aja, selesai bertanding, mereka bisa santai sambil menikmati pemandangan laut. Sementara itu, pihak pengelola akan tempatkan 2.400 orang lainnya di hunian unik yang buat dari kontainer yang sudah modifikasi, yang hanya berjarak sekitar 10 menit bus dari lokasi utama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Panitia mengambil keputusan ini bukan tanpa alasan. Selain buat memangkas biaya, langkah ini juga merupakan wujud komitmen Jepang pada keberlanjutan lingkungan. Mereka menilai membangun infrastruktur baru yang mungkin jarang dipakai setelah event sebagai hal yang kurang efisien. Mereka pun bisa mengalihkan dana untuk meningkatkan sistem transportasi dan digitalisasi selama ajang berlangsung. Keren, kan?

Tantangan Membangun Antusiasme Publik

Meskipun persiapan infrastruktur udah oke, panitia rupanya punya PR besar, yaitu membangun antusiasme publik domestik. Dilansir dari The Japan Times, kesadaran masyarakat Jepang terhadap Asian Games ini masih tergolong rendah, terutama di kalangan anak muda yang belum pernah merasakan event ini di negaranya sejak 1994.

Seorang pejabat panitia bahkan mengaku, mungkin baru setengah populasi yang tahu kalau Asian Games 2026 bakal digelar. Karena itu, berbagai kampanye gencar dilakukan, seperti menggelar festival olahraga mini, pameran interaktif, dan kegiatan hitung mundur. Mereka pengen menciptakan buzz biar masyarakat ikut semangat.

Baca Juga:  Jepang Kalahkan Korea Selatan 4-1 untuk Bertemu Australia di Final Piala Asia Wanita
Siap dengan Venue dan Cabang Olahraga Baru

Dari sisi venue, bintang utamanya adalah Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, yang akan jadi lokasi upacara pembukaan, penutupan, dan cabang atletik. Kontraktor menargetkan stadion ini rampung Maret 2026 dan bakal jadi ikon kesiapan Jepang.

Nah, buat menarik minat penonton muda, Jepang juga menyiapkan kejutan. Mereka akan menyertakan cabang mixed martial arts dan e-sport dalam daftar pertandingan. Penyelenggara berharap e-sport yang sukses besar di Asian Games Hangzhou 2023 lalu bisa kembali menjadi daya tarik utama dan membuktikan bahwa Asian Games itu modern dan relevan dengan generasi sekarang. Jepang bahkan sudah mulai memanaskannya dengan mengadakan cultural bootcamp e-sport di Nagoya yang menghadirkan 15 negara.

Respons Positif dari Negara Peserta

Lalu, gimana tanggapan negara lain? Dari sisi persiapan atlet, beberapa negara sudah bergerak. Misalnya, India yang serius banget mempersiapkan atletnya. Mereka bahkan menginstal unit kontainer tiruan di pusat pelatihan mereka di Patiala dan Bengaluru. Tujuannya biar atlet India familiar dan nggak kaget dengan model akomodasi ala kontainer yang bakal mereka tempati di Jepang. Pemerintah Indonesia sendiri memastikan juga akan mengirimkan kontingen terbaiknya untuk berlaga di ajang Asian Games ini.

Jadi, meskipun masih ada tantangan membangun antusiasme, dapat kita katakan persiapan Jepang menuju Asian Games 2026 unik, inovatif, dan pastinya patut ditunggu. Dengan konsep ramah lingkungan dan cabang olahraga yang kekinian, mereka ingin membuktikan kalau event ini nggak cuma megah, tapi juga efisien dan berorientasi masa depan.

Berita Terkait

Musim Panas 2026: ANA dan JAL Naikkan Biaya Tambahan Penerbangan Internasional
Wanita Indonesia Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Jepang, Siap Debut di Tokyo
Jadwal dan Line Up Cirebon Pride Japan 2026 di Nagoya, La Tasya dan Nayla Fardilla Dipastikan Tampil
Jepang Memperketat Aturan Imigrasi dari 74 Negara
Imigrasi Bogor Bekuk 13 Warga Negara Jepang Pelaku Penipuan Daring Internasional
Sutradara Doraemon Tsutomu Shibayama, Meninggal Dunia beberapa hari sebelum Ultah
Kerja Sama Jepang – Indonesia Dalam Pengembangan Mineral Kritis dan Energi Nuklir
Jepang Kalahkan Korea Selatan 4-1 untuk Bertemu Australia di Final Piala Asia Wanita

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 16:40

Musim Panas 2026: ANA dan JAL Naikkan Biaya Tambahan Penerbangan Internasional

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:51

Wanita Indonesia Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Jepang, Siap Debut di Tokyo

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:35

Jadwal dan Line Up Cirebon Pride Japan 2026 di Nagoya, La Tasya dan Nayla Fardilla Dipastikan Tampil

Jumat, 20 Maret 2026 - 10:57

Jepang Memperketat Aturan Imigrasi dari 74 Negara

Jumat, 20 Maret 2026 - 10:55

Imigrasi Bogor Bekuk 13 Warga Negara Jepang Pelaku Penipuan Daring Internasional

Berita Terbaru

SaburaiSport/Instagram

Bola & Sports

Saburai Japan Official Siap Tempur di SABURAI CUP 2026

Senin, 30 Mar 2026 - 20:19