Bangun Masjid di Jepang Tak Semudah di Indonesia, Masjid As-Sholihin Yokohama Wajib Melalui Uji Mutu Ketat

- Redaksi

Rabu, 17 September 2025 - 20:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEPANGUPDATES.COM – Tidak seperti di Indonesia, pembangunan masjid di Jepang wajib melalui serangkaian uji mutu konstruksi. Tahap yang cukup ketat ini dilakukan sebelum bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya. 

Hal ini juga berlaku pada proyek Masjid As-Sholihin di Yokohama. Masjid yang diinisiasi oleh Yayasan Masjid As-Sholihin Yokohama dan Cinta Quran Foundation ini merupakan hasil wakaf umat Islam di Indonesia, Jepang dan berbagai negara lain.

Pembangunan Masjid As-Sholihin Yokohama resmi dimulai awal tahun 2025. Setelah pertengahan Agustus lalu fokus pada penyelesaian bagian basement, kini proyek tersebut telah memasuki tahap akhir pengerjaan bekisting lantai satu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada 29 Agustus mendatang, akan dilakukan uji mutu bekisting. Jika hasilnya memuaskan, maka pada awal September akan dimulai pengecoran, dari dinding basement, hingga lantai satu masjid. 

Dalam hukum konstruksi Jepang, setiap bangunan wajib melalui beberapa tahap pemeriksaan resmi atau dalam bahasa Jepang dinamakan chūkan kensa. Pemeriksaan ini dilakukan oleh lembaga pihak ketiga yang ditunjuk pemerintah

Tanpa lolos uji mutu, pembangunan tidak boleh berlanjut ke proses berikutnya. Uji mutu ini mencakup kekuatan bekisting, kualitas besi tulangan, hingga metode kerja di lapangan, demi memastikan standar keselamatan bangunan benar-benar terpenuhi.

Baca Juga:  DCOM Indonesia Futsal Cup 2025 – CHUBU: Ajang Bergengsi Komunitas Indonesia di Jepang Kembali Digelar!

Dewan Pembina Cinta Quran Foundation, Ustadz Fatih Karim, menegaskan bahwa perbedaan prosedur ini menjadi tantangan sekaligus jaminan kualitas. “Di Jepang, setiap detail konstruksi harus melewati pemeriksaan resmi,” kata Ustadz Fatih Karim.

Meski begitu, ia bersyukur karena dengan proses yang ketat kualitas masjid akan terjaga dengan baik. Selain untuk memenuhi syarat pembangunan di Jepang, hal ini juga akan menjamin keselamatan dan kenyamanan jamaah.

“Ada pihak ketiga yang ditunjuk pemerintah untuk memastikan bangunan sesuai standar. Ini bukan sekadar formalitas, tapi benar-benar demi keselamatan jamaah yang kelak beribadah di masjid ini,” sambungnya.

Ia juga menyampaikan rasa syukur atas dukungan masyarakat Indonesia dan Jepang dalam mewujudkan Masjid As-Sholihin. “Alhamdulillah, tahap demi tahap bisa kita lalui. Kami berharap dengan doa dan dukungan umat, proses pembangunan berjalan lancar hingga bisa segera digunakan untuk kegiatan ibadah dan dakwah,” ujarnya.

 

Berita Terkait

Cara Hemat Kirim Uang di Jepang: Gunakan Poin DCOM dari Transaksi & Referral
Nagoya Digital: Solusi Website Profesional untuk Bisnis Anda di Jepang
Musim Panas 2026: ANA dan JAL Naikkan Biaya Tambahan Penerbangan Internasional
Wanita Indonesia Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Jepang, Siap Debut di Tokyo
Jadwal dan Line Up Cirebon Pride Japan 2026 di Nagoya, La Tasya dan Nayla Fardilla Dipastikan Tampil
Jepang Memperketat Aturan Imigrasi dari 74 Negara
Imigrasi Bogor Bekuk 13 Warga Negara Jepang Pelaku Penipuan Daring Internasional
Sutradara Doraemon Tsutomu Shibayama, Meninggal Dunia beberapa hari sebelum Ultah

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 07:45

Cara Hemat Kirim Uang di Jepang: Gunakan Poin DCOM dari Transaksi & Referral

Sabtu, 4 April 2026 - 16:40

Musim Panas 2026: ANA dan JAL Naikkan Biaya Tambahan Penerbangan Internasional

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:51

Wanita Indonesia Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Jepang, Siap Debut di Tokyo

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:35

Jadwal dan Line Up Cirebon Pride Japan 2026 di Nagoya, La Tasya dan Nayla Fardilla Dipastikan Tampil

Jumat, 20 Maret 2026 - 10:57

Jepang Memperketat Aturan Imigrasi dari 74 Negara

Berita Terbaru